Sebenarnya rotan itu kayukah atau bukan kayukah?
![]() |
| Pohon Rotan |
Meskipun pertanyaan ilu bagi kita kedengaran lucu atau tidak lazim harus diakui keunikan rotan tersebut.
- Pertama, la tidak busuk seperti kayu.
- Kedua, la gampang dibentuk.
- Ketiga, la memenuhi selera artistik dan,
- Keempat, Jarang orang yang mengetahui bagaimana sebenarnya rotan itu tumbuh, dipanen dan disiapkan hingga bentuk dan warnanya sebagaimana kita kenal.
Orang asing kawan penulis itu ingin sekali melihat dan berjalan-jalan di hutan rotan maka sebagai penutup diusulkan berkunjung kesana:
Tidak bisakah hutan-hutan tadah hujan sungai-sungai Boh; Mahakam Hulu diatas Long Apari, sungai Kasau dan sungai Pahangai ditutup untuk eksploitasi kayu? Pohon-pohon dibiarkan menjadi besar dan dipakai untuk tempat rotan melilitkan dirinya, konon tanaman rotan bisa berumur hingga puluhan tahun dan menghasilkan julur yang panjangnya hampir 200 meter. Uniknya tanaman ini bisa tumbuh baik meski dinaungi oleh pohon-pohon besar dan justru naungan pohon-pohon itu menjadikan ia melilit lilit mencari matahari lebih tinggi lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. Keadaan hutan rotan yang demikian itulah yang ingin disaksikan oleh wisatawan asing. Kalau program-program wisata itu bisa dikemas dengan cara-cara memanen rotan, menyiapkannya menjadi komoditas eksport, membuat barang-barang rumah tangga dan kerajinan dari rotan dan sebagai gongnya menjadikan umbut rotan sebagai makanan khas Kalimantan. Penulis yakin , program wisata yang demikian tidak ada duanya di dunia. Juga dengan ditutupnya daerah tangkapan air Boh dan Hulu Mahakam maka erosi tidak terjadi, sehingga pendangkalan telaga juga tidak terjadi dan umur telaga bisa sampai ratusan tahun.
Taufan S M.


No comments:
Post a Comment