Thursday, September 15, 2011

NGO Sorot Peta Moratorium Hutan Indonesia

Hari ini Greenpeace bersama Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil mencoba menerjemahkan draft moratorium (penghentian sementara) penebangan hutan yang saat ini beredar baik dari versi Kementerian Kehutanan maupun REDD+ task force (Satgas REDD+). 

Draft Moratorium tersebut diuraikan dalam bentuk peta indikatif moratorium dan data olahan yang menunjukkan luasan yang akan dicakup dalam moratorium berdasarkan skenario draft Kementerian Kehutanan, REDD+ task force dan Platform Bersama Penyelamatan Hutan dari Organisasi Masyarakat Sipil.

Hasil olahan data dan peta menunjukkan bahwa draft moratorium versi Kementerian Kehutanan pada dasarnya hanya melindungi hutan primer dan lahan gambut tersisa. Bila merujuk data Kementerian Kehutanan (2006) maka sebenarnya yang menjadi obyek moratorium hanyalah kawasan konservasi dan kawasan lindung yang selama ini sudah dilindungi oleh peraturan perundangan ada dan berlaku saat ini.

Sedangkan dari draft moratorium versi REDD+ task force menunjukkan cakupan moratorium yang sedikit lebih luas di banding draft versi Kementerian Kehutanan. Penerjemahan Platform Bersama Penyelamatan Hutan Indonesia dan Iklim Global dari organisasi masyarakat sipil dalam peta dan angka menunjukan cakupan moratorium hutan yang jauh lebih luas.



Ketiadaan definisi dan ukuran yang jelas dalam draft moratorium berpotensi untuk terjadinya kesimpangsiuran dan kekacauan dalam pelaksanaannya nanti. Di pihak lain, salah satu pemain besar perkebunan sawit melangkah maju dengan mengumumkan kebijakan terbaru mereka untuk berhenti mengkonversi hutan. Hal ini bisa menjadi dukungan dan rujukan karena kebijakan perusahaan tersebut merupakan dukungan atas pelaksanaan moratorium yang jelas dan terukur.

Ukuran 35 ton karbon per hektar menjadi batas yang jelas untuk perlindungan hutan.Orientasi peningkatan produktivitas dan peningkatan nilai tambah produk yang dihasilkan bisa menjadi arah kebijakan pembangunan industri ekstraktif Indonesia, tanpa harus mengorbankan hutan yang masih tersisa serta menghentikan deforestasi.

"Komitmen dan keseriusan Presiden SBY untuk menurunkan emisi sebesar 26%-41% yang utamanya bersumber dari deforestasi sedang diuji, jika Presiden gagal mewujudkan moratorium yang bisa melindungi hutan dan lahan yang bernilai konservasi tinggi, mempunyai nilai simpanan karbon tinggi, mempunyai nilai sosial dan kultural, artinya Presiden tidak serius dengan komitmen penurunan emisi dari deforestasi. Ini artinya juga Presiden tidak berhasil menjamin hak dasar rakyat Indonesia untuk bisa menikmati lingkungan hidup yang baik dan sehat, Kehancuran hutan dan tingginya emisi yang diakibatkannya serta dampak perubahan iklim yang menyertai jelas lebih banyak akan meyengsarakan rakyat Indonesia," ujar Yuyun Indradi, Penasihat Politik Greenpeace Asia Tenggara.



Dalam beberapa bulan terakhir secara terang-terangan kelompok industri terus menerus mengumbar ancaman terhadap komitmen perlindungan hutan Presiden SBY, dengan motif meremehkan komitmen Presiden SBY dan tetap berkeinginan untuk melanjutkan penghancuran hutan Indonesia.

Sementara itu Teguh Surya dari Walhi menyatakan, rekomendasi Menteri Kehutanan agar moratorium hanya mencakup hutan primer adalah merupakan rekomendasi yang tidak efektif dalam upaya perlindungan hutan Indonesia.

Sedangkan Giorgio Budi Indarto dari ICEL menyatakan, “dari kacamata hukum, ada kekhawatiran bahwa aturan moratorium itu tidak terimplementasi dengan baik. Perlu ada restrukturisasi dan perbaikan di bidang hukum, jika tidak maka dikhawatirkan moratorium tidak akan ada artinya.”

“Makin menunjukkan bahwa masalah utama dalam moratorium ini adalah Menteri Kehutanan itu sendiri, karena masih berorientasi pada ekonomi kayu. Terkait Peraturan Presiden, ada tiga langkah yang harus dilakukan. Pertama, di masa ini pemerintah harus menghentikan pengeluaran dan perpanjangan izin. Kedua, harus ada upaya segera penyelamatan hutan-hutan yang paling terancam, dan terakhir adalah penyelesaian masalah-masalah sosial,” Teguh menegaskan.

Bersama Lembaga-Lembaga Swadaya Masyarakat lain, Greenpeace terus menyerukan perlindungan segera terhadap seluruh lahan gambut dan menerapkan moratorium di semua hutan alam baik pada izin baru maupun pada izin yang telah ada.



Link : http://greenpressnetwork.blogspot.com/2011/02/ngo-sorot-peta-moratorium-hutan.html

Letusan Tambora (1815) “Sumber Bencana Yang Tidak Diketahui”



02Gunung Tambora terletak di pulau Sumbawa bagian dari Indonesia yang saat itu masih dikuasai oleh Belanda. Letusan Tambora setidaknya menewaskan 70.000 orang di pulau Sumbawa akibat dari letusan langsung, wabah penyakit dan kelaparan. Letusan Gunung Tambora yang terkenal itu terjadi pertama kali pada tanggal 5 April 1815 yang suara letusannya terdengar hingga Batavia (1.300 km dari pusat erupsi) dan Ternate (1.400 km dari pusat erupsi). Di Batavia saat itu tentara Belanda segera bersiap mengira akan ada serangan dari bala tentara Mataram sedangkan di Ternate armada kapal perang segera disiapkan mengira akan adanya serangan dari para bajak laut.
Letusan terbesar terjadi pada 10 April 1815 termasuk ke dalam index 7 VEI (Volcanic Explosivity Index) yang oleh para volkanologist disebut Sangat Luar Biasa (Colossal). Suara letusannya terdengar cukup jelas hingga Sumatera bagian barat yang secara geografis terletak 2.500 km sebelah barat Tambora. Getaran dan gelombang udara akibat letusan tersebut terasa hingga 800 km di Jawa bagian timur. Debu vulkanik terus berjatuhan secara gradual hinggal tanggal 17 April 1815.

Pemukiman yang terdekat dengan Tambora adalah Bima (65 km timur Tambora) dan Sanggar (40 km di timur pusar erupsi). Seorang Raja dari kerajaan kecil di Sanggar  menggambarkan bahwa letusannya menghasilkan tiga kolom erupsi yang membumbung di angkasa membentuk kanopi. Desa Bima, seluruh rumahnya tertutupi oleh debu vulkanik. Bima dan Sanggar juga tersapu oleh gelombang tsunami yang meratakan pemukiman mereka, penduduk berbondong-bondong melarikan diri menuju ke tempat yang mereka anggap aman, sebagian besar diantaranya tewas akibat terjangan gelombang ini.
Dalam investigasinya, Raffles menemukan mayat-mayat manusia yang mengapung di lautan maupun di terhampar di daratan. Charles Lyell (1797-1875) dalam bukunya Principles of Geology menuliskan bahwa akibat letusan ini populasi penduduk 12.000 di Tambora tersisa hanya 26 individu. Heinrich Zollinger seorang misionaris pada tahun 1855 mengestimasi jumlah korban akibat letusan Tambora adalah sekitar 10.000 manusia.
03Debu volkanik yang dimuntahkan oleh Tambora melingkupi daerah seluas 500.000 km2. Akumulai debu vulkanik di angkasa yang sangat banyak menyebabkan area seluas 300 km2 di sekitar Tambora tertutup sinar matahari selama 3 hari. Ketebalan debu volkanik akibat letusan ini tercatat 100 cm di Sumbawa, 60 cm di Lombok dan 30 cm di Bali. Debu volkanik yang asam juga meracuni persawahan, menutupi saluran irigasi dan mematikan tanaman perkebunan lainnya. Kelaparan merebak di Pulau Sumbawa menjangkiti 38.000 penduduk dan 36.000 lainnya meninggalkan pulau menuju Jawa. Di Lombok 20.000 penduduk meninggal akibat kelaparan dan 100.000 lainnya migrasi menuju Pulau Jawa. Pulau Jawa saat itu sudah padat penduduk sehingga terjadi konflik sosial akibat migrasi tersebut.
Batu apung yang terbentuk akibat letusan sangat melimpah ditemukan di Laut Jawa. Selama hampir 4 tahun, batu apung ini masih bisa ditemui oleh kapal-kapal yang melintas perairan ini.
Erupsi Tambora juga menyebabkan perubahan cuaca di seluruh penjuru dunia. Di India, menyebabkan perubahan pola arah angin sehingga menyebabkan kekurangan hujan di sebagian besar daratan di India dan wabah kekeringan terjadi pada 1816. Kebalikannya, di Bangladesh pola angin yang membawa hujan menyebabkan bencana banjir pada bulan september. Hal yang serupa juga terjadi di China akibat luapan dari sungai Yangtze dan Yellow.
Kekeringan yang terjadi di India menyebabkan wabah penyakit kolera berkembang dengan cepat hingga ke Afganistan dan Nepal. Di Mekah dan Madinah wabah ini dibawa oleh para jemaah haji dari daerah sumber wabah. Pada tahun 1823, wabah kolera telah sampai di laut Kaspia dan sampai di Moskow pada 1830. Tahun berikutnya di Mesir, Kairo kehilangan 12% populasinya akibat wabah ini.
Data cuaca pada abad ke-19 mencatat terdapat perubahan iklim setelah letusan 1815. Pada 1816 tercatat suhu rata-rata di permukaan 10 derajat celcius turun dari normal. Pendinginan global ini terbentuk dari molekul gas sulfur dioksida letusan Tambora di angkasa yang terbawa oleh angin memenuhi atmosfer dunia dan berada di atas awan sehingga tidak tersapu oleh hujan selama beberapa tahun. Tudung gas asam sulfur ini menghalangi sinar matahari yang masuk dan mendinginkan suhu bumi.
Pada tahun 1816-1817 di Eropa pada saat musim panas suhunya tetap dingin dan basah sehingga perkebunan mengalami kegagalan panen. Hasilnya, kelaparan terjadi di Eropa terutama di perkotaan. Di Paris tercatat beberapa orang meninggal karena kelaparan. Hal yang serupa terjadi di Irlandia, yang terjangkiti juga dengan wabah tipus karena kondisi kesehatan yang buruk. Setidaknya 100.000 orang meninggal akibat wabah ini di Eropa.
Tidak ada yang paham penyebab perubahan cuaca, gagal panen, kelaparan selama bertahun-tahun. Banyak orang yang menuduh hal ini terjadi karena turunnya moralitas dengan menurunnya kedatangan orang di rumah ibadah. Beberapa menyalahkan sinar matahari, pendinginan es di Samudera Atlantik tetapi tidak ada yang menyalahkan letusan gunungapi yang terjadi separuh dunia jauhnya dari Eropa yang merupakan penyebab utamanya. 60 tahun kemudian setelah letusan Krakatau terjadi pada 1883, para ahli meneliti dampak letusannya barulah menyimpulkan hal yang serupa yang terjadi pada kurun 1816-1817 akibat letusan Tambora 1815.
Sumber tulisan dan gambar : Volcanoes in Human History (2002)
http://iwantolet.wordpress.com/2009/09/30/letusan-tambora-1815-%E2%80%9Csumber-bencana-yang-tidak-diketahui%E2%80%9D/
Link : 

Monday, September 12, 2011

Seram, Kota Hantu Muncul di New Mexico
Headline
cbc.ca
Oleh: Billy A. Banggawan
Teknologi - Rabu, 7 September 2011 | 11:07 WIB 
 
INILAH.COM, Alburquerque – 
New Mexico menjadi rumah beberapa institusi ilmiah, nuklir dan militer. Kini negara itu berencana ambil bagian membuat kota hantu. Seperti apa?
Proyek sains seukuran kota kecil di Amerika Serikat (AS) ini merupakan bagian rencana perusahaan teknologi yang berbasis Washington yang diumumkan Selasa (6/9). Proyek pembangunan kota hantu terbaru ini merupakan model metropolis 50 kilometer persegi.
Kota hantu ini nantinya digunakan menguji segala hal, mulai dari inovasi energi terbarukan hingga sistem trafik intelijen, jaringan nirkabel generasi baru dan sistem keamanan cyber pintar. Nantinya seperti dikutip Strait Times, tak akan ada orang tinggal di kota hantu ini.
Meski begitu, model replika kota hantu ini dibuat berdasarkan kota AS yang umumnya ditempati 35 ribu orang, lengkap beserta jalan aspal, rumah dan bangunan komersil.
CEO Pegasus Global Holdings Bob Brumley mengatakan, proyek bernama The Center yang bernilai US$200 juta (Rp1,7 miliar) ini menjadi proyek sejenis pertama yang pernah dibuat.

 

Sunday, September 11, 2011

My Adventure (off the road)
Melintasi bekas anak sungai............

Saturday, September 10, 2011

Gua Tengkorak, Kalimantan Timur Photo Gallery by Archiaston Musamma Family at pbase.com

This small cave contain human skull and skeleton. We don't know it's age perhaps hundreds year. Located in Pasir, East Kalimantan, Indonesia

Goa Tengkorak adalah sebuah lubang di tebing pada ketinggian 20 meter. Lubang tsb. memiliki tinggi sekitar 1,5 meter, lebar 2 meter, panjang 3 meter. Di ujung lubang terdpt lorong dgn lubang sempit yg harus dimasuki dgn merayap didalam dijumpai ruangan lain yg cukup luas dgn panjang kira2 10 meter dan tinggi 20 meter. Disana ada ornament gua yg cukup bagus. Lubang diatap gua, merupakan jalur laluan air yg membentuk lubang gua tsb. dan rekahan2nya membentuk stalagtit.

GOA ini berisi 35 tengkorak kepala dan ratusan tulang yg merupakan sisa jazad nenek moyang warga setempat. Untuk masuk kedalam ruangan kedua, tak pelak lagi badan menyenggol jazad2 ini krn sempitnya laluan. Untungnya tak banyak tangan2 jahil yg menganggap ini sebagai cendera mata. Tidak ada penjaga disana. Umur dari jazad tsb kurang diketahui dgn jelas. Beberapa kuburan diluar menggunakan aksara Arab.

Gua Tengkorak, Kalimantan Timur Photo Gallery by Archiaston Musamma Family at pbase.com

2012 Volkswagen Touareg SUV Features | Volkswagen

2012 Volkswagen Touareg SUV Features | Volkswagen

http://www.vw.com/en/models/touareg/features.html

Friday, September 9, 2011

Pohon Ulin Tua di Taman Nasional Kutai


Di dalam taman nasional ini terdapat sebuah kawasan menakjubkan, sebuah pohon ulin berusia 1.000 tahun yang masih hidup, berdiri tegak menyapa setiap wisatawan. Pohon ini hanya setinggi 25 meter karena batangnya terpotong oleh sambaran petir pada 1920-an.

Pohon tua itu bukan sembarang kayu ulin atau dikenal kayu besi karena ukurannya mencapai 3-4 kali batang pohon ulin biasa. Keberadaan pohon ulin raksasa itu sepertinya menjadi “monumen hidup” tentang nasib hutan tropis di Kalimantan Timur dan kelestarian kayu besi di Indonesia.

Pohon Ulin Tua di Taman Nasional Kutai

Haruskah Pohon Ulin Tinggal Nama?

Haruskah Pohon Ulin Tinggal Nama?

Pertanyaan tersebut mungkin tak pernah terpikirkan oleh kita atau bahkan kita tak pernah ingin memikirkannya. Namun, tahukah anda akibat dari ketidakpedulian bersama ini? Dulunya tanaman ini hanyalah spesies biasa yang sangat mudah dijumpai, terutama di daerah hutan tropis Kalimantan ataupun beberapa daerah di Sumatera. Namun belakangan, sangat sulit bagi mata kita untuk mendeteksi keberadaan pohon ini. Bak ditelan bumi, tak ada yang menyangka hanya dalam waktu beberapa tahun saja pohon ini telah mendapat predikat sebagai “Tanaman langka”. Di Kalimantan Selatan misalnya, diperkirakan populasi ulin yang bertahan hingga saat ini tinggal dua puluh persen saja dibandingkan dengan kondisi 40 tahun lalu.

Nama lain dari pohon ulin adalah pohon kayu besi. Sebenarnya, pohon ulin (eusideroxylon zwageri) adalah salah satu pohon yang terkenal dari hutan Kaltim dengan ciri kayunya keras dan kuat, warna gelap, dan tahan terhadap air laut. Tinggi pohon ulin mencapai 50 m dengan diameter hingga 120 cm bertekstur sangat keras serta dapat tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian 400 m. Pohon ini agak terpisah dari pepohonan lain dan dikelilingi jalur jalan melingkar dari kayu ulin. Di bagian bawah pohon ada bagian yang berlobang. Jenis kayu dari pohon ulin ini tidak mudah lapuk baik di air maupun daratan. Itulah sebabnya kayu ini banyak dipakai sebagai bahan bangunan khususnya untuk rumah yang didirikan di atas tanah berawa.

Kayu ulin tidak hanya kuat namun eksotis. Terbukti, Di Pulau Jawa, kayu yang dikenal dengan nama kayu besi itu biasa digunakan untuk bantalan rel kereta api. Selain itu, Kayu ulin banyak digunakan sebagai konstruksi bangunan berupa tiang bangunan, atap kayu (sirap), papan lantai, kosen pintu dan jendela, bahan untuk bangunan jembatan, dan kegunaan lain yang memerlukan sifat-sifat khusus awet dan kuat. tak sekadar bernilai ekonomis tinggi dari nilai kayunya, ternyata ulin juga dapat dijadikan sebagai pohon obat. Ada tiga jenis bagian dari kayu ulin yang bisa dimanfaatkan untuk obat-obatan yaitu daun muda, esktrak biji, dan buahnya. Sementara itu, bagi pengrajin batu perhiasan, ternyata kayu ulin yang telah membatu dapat diasah menjadi perhiasan yang tidak kalah dengan batu-batu yang telah dikenal. Harganyanya pun tergolong mahal, yaitu berkisar antara tiga puluh lima ribu rupiah hingga jutaan rupiah.

Namun, siapa sangka dibalik multi manfaat yang disuguhkan oleh pohon ulin, ternyata tersimpan sekelumit masalah besar yang harus diselesaikan bersama. Kepunahan spesies ini semakin tampak di pelupuk mata. Exploitasi penebangan kayu yang kurang terkontrol dimasa lalu, serta disebabkan pula adanya kebakaran hutan, membuat populasi pohon ulin menyusut drastis. Apalagi, Ulin termasuk pohon yang sulit berkembang di tempat terbuka. Pohon ini termasuk vegetasi yang berkembang lambat. Dalam satu tahun, diameter pohon kurang dari 1 cm. Ini berbeda dengan meranti yang bisa mencapai 1,5-2 cm. Pada usia 40 tahun diameter ulin mencapai 36 cm. Baru pada usia 100 tahun diameter ulin bisa 50 cm. Karena perkembangannya yang tergolong lambat itulah jarang sekali ada masyarakat yang mengembangkannya. Kalaupun ada hanya sebagai tanaman sampingan dari lahan kosong mereka.

Sekarang untuk mencari pohon ulin berdiameter 20 sentimeter sulit sekali. Saat pohon berdiameter 10 cm sudah ada orang yang menebangnya. Data Balai TN Kutai menyebutkan bahwa sampai 2004 kebakaran akibat kelalaian manusia telah merusak sekitar 146.080 Ha atau 80 persen dari luas kawasan itu.
Kerusakan itu diperparah lagi oleh pembalakan liar dan perambahan, terbukti selama 2001-2004, jumlah kayu ilegal yang disita mencapai 246.082 meter kubik (M3). Balai memperkirakan kerugian negara mencapai Rp271,6 miliar. Data ini belum termasuk kasus pada 2007 dan 2008. Kenyataan dilapangan juga menunjukkan bahwa populasi pohon ulin semakin terancam punah. Buktinya, terlihat dari keberadaan kayu ulin di pasaran, terutama pada kios bangunan. Harga bahan bangunan untuk jenis kayu ulin di gudang kayu log nasional Kaltim sendiri sudah melangit antara Rp2 juta sampai Rp2,5 juta per meter kubik. Hal itu menandakan bahwa keberadaan kayu ulin kian langka. Bahkan saya sendiripun tak pernah tahu secara langsung bentuk pohon ulin yang masih hidup di alam bebas. Jika hal ini terus - menerus dibiarkan, tak dapat dipungkiri jika lima belas tahun kedepan pohon ulin hanya tinggal sejarah. Pohon ulin hanya akan hidup dan dapat disaksikan melalui foto ataupun gambar dari dunia maya(internet). Tegakah kita membiarkan semua itu terjadi? Tentu saja tidak.

Untuk menghentikan kerusakan hutan, terutama menyelamatkan populasi pohon ulin dari jurang kepunahan, tentunya diperlukan usaha bersama. Tak cukup satu atau dua orang saja yang menyelamatkan, sementara yang lain tidak mempedulikan. Tetapi semua wajib melestarikan. Apalagi, pengembangbiakan kayu ulin sangat sulit dan butuh perlakukan khusus karena pohon ini tidak bisa tumbuh pada semua kawasan hutan Biasanya tumbuh pada dataran tinggi dengan tanah berpasir. Pengembangbiakan secara benih sangat sulit. Buah pohon ini sama kerasnya dengan kayu ulin sehingga untuk membelahnya hanya bisa digergaji karena mata kampak yang tajam pun akan terpental, sehingga pengembangbiakannya hanya dengan cara indukan. Mengingat betapa sulitnya mengembangkan pohon ini, kita seharusnya berupaya melindungi pohon ini, bukannya berlomba meraup keuntungan sebanyak-banyaknya di tengah nasib ulin yang sudah di ujung tanduk ini.

Langkah nyata untuk menyelamatkan hutan tropis tempat pohon ulin bermukim dengan melakukan pengawasan ketat terhadap penebangan liar serta rehabilitasi dan reboisasi. Selain itu, pohon yang telah ditaman tidak boleh ditebang sebelum waktunya. Di lain sisi, Pemerintah juga harus menerapkan sanksi tegas terhadap pelaku illegal loging ini. Jika semua telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan, kemungkinan terselamatkannya populasi ulin semakin besar. Kini saatnya kita sendiri yang menentukan, apakah lima belas tahun ke depan kita masih ingin melihat pohon ulin hidup sebagai tanaman khas kalimantan, ataukah membiarnya hilang dari peradaban dan hanya menjadi sejarah kegagalan kita dalam pelestarian hutan sebelum lima belas tahun kedepan. Jawabannya, tentu ada pada nurani masing-masing.


Haruskah Pohon Ulin Tinggal Nama?

Thursday, September 8, 2011

Tak terasa sepuluh tahun berlalu sejak 19 teroris Al-Qaeda membajak empat pesawat penumpang komersial Amerika Serikat (AS) dan menabrakkan mereka ke Menara Kembar World Trade Center (WTC) dan Pentagon. (Pesawat keempat, yang seharusnya diarahkan ke Gedung Parlemen AS atau Gedung Putih, jatuh di sebuah ladang kawasan pedesaan di Pennsylvania dan menewaskan seluruh penumpang di dalamnya).

Diperkirakan 3000 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka dalam peristiwa yang jadi berita terbesar di zaman modern itu. Di balik semua kisah tragis dan menyeramkan, terdapat fakta-fakta mengejutkan yang mungkin belum Anda ketahui.

http://id.berita.yahoo.com/fakta-di-balik-11-september.html 

Negara Terkaya di Dunia yang luput dari perhatian... :(

Banyak sebenarnya yang tidak tahu dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur tengah. tidak salah sebenarnya, contohnya Amerika. negara super power itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara, contoh lain lagi adalah negara-negara di timur Tengah.

Rata-rata negara yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan barrel minyak yang siap untuk diolah. tapi itu semua belum cukup untuk menyamai negara yang satu ini. bahkan Amerika, Negara-negara timur tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya.
dan inilah negara terkaya di planet bumi yang luput dari perhatian warga bumi lainya. warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. tapi sayangnya mereka tidak sadar "berdiri di atas berlian" langsung saja kita lihat profil negaranya.

Negara terkaya yang luput dari perhatian 

VIVAnews - Hotel Luar Angkasa Mulai Dibuka 2012

Hotel Luar Angkasa Mulai Dibuka 2012


Calon tamu hotel harus membayar 3 juta euro (sekitar Rp 42,2 miliar) untuk tarif 3 malam


Selasa, 3 November 2009, 09:08 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati

Gambar satelit Iridium mengorbit di atas bumi (AP Photo/NASA)

VIVAnews - Mulai tahun 2012, para turis yang berwisata ke luar angkasa bisa menginap di suatu hotel khusus yang mengitari Bumi. Pembangunan resor angkasa luar "Galactic Suite Space Resort" tersebut berhasil terwujud berkat ambisi seorang miliarder, yang sampai mengucurkan dana US$3 miliar.

Namun para calon tamu hotel harus membayar 3 juta euro (sekitar Rp 42,2 miliar) agar bisa menginap selama tiga malam. Sebelum terbang ke luar angkasa, calon tamu juga harus menjalani pelatihan di sebuah pulau tropis selama delapan pekan.

Seperti dikutip dari laman harian Daily Mail, Senin 2 November 2009, meski harga dan waktu yang diperlukan untuk menikmati fasilitas mewah itu tampak tidak masuk akal, lebih dari 200 orang sudah tertarik untuk menginap, Bahkan 43 orang diantaranya sudah melakukan reservasi.

CEO Galactic Suite Ltd dan mantan teknisi misi luar angkasa, Xavier Claramunt, mengatakan proyek ini akan menjadikan perusahaannya berada di barisan paling depan dalam industri amatir dengan masa depan cerah. Dia juga memprediksi bahwa wisata ke luar angkasa akan menjadi salah satu bentuk lain perjalanan wisata populer.


VIVAnews - Hotel Luar Angkasa Mulai Dibuka 2012

Bicygnals LED Bicycle Lights | GeekAlerts

For all you bikers out there, safety is a must. These Bicygnals LED Bicycle Lights allow you to keep both hands on the bars while you signal for left and right hand turns and they have a working headlight and taillight. With gas prices continuing to skyrocket, get out your bike, get some exercise and save save money. When you do, these wireless indicators with powerful LED lights will help protect you from the always distracted and sometimes confused car drivers out there.

These ingenious bicycle lights feature wireless indicators that can be operated with a flick of the thumb – no frantic arm-waving required. Brilliant! Wireless technology enables both front and rear indicators to work in perfect sync. Simply slide each sleek light cluster onto the adjustable clamps and you’re away.

If you’re worried about getting your hi-tech lighting system pinched, worry not. Bicygnals slip off their clamps in seconds and both units slot together to fit in a nifty carry case. Thinking about it, it’s worth buying a bike just to champion the cause of these potential life-savers. They look pretty cool too.

Bicygnals Bicycle Lights

Bicygnals LED Bicycle Lights

  • Detachable front and rear bicycle lights with integrated wirefree indicators
  • Complies with Road Vehicle Lighting Regulations
  • Wireless communication
  • 5 super bright white LED’s head light
  • 3 super bright red LED’s rear light
  • Flashing and Non-flashing Lighting Modes
  • 8 super bright orange LED’s front indicators
  • 6 super bright orange LED’s rear indicators
  • Side visibility


Bicygnals LED Bicycle Lights | GeekAlerts

VIVAnews - Mobil Masa Depan Pakai Reaktor Nuklir?

VIVAnews - Mobil Masa Depan Pakai Reaktor Nuklir?

VIVAnews - Pada Chicago Auto Show tahun 2009 lalu, Cadillac memperkenalkan World Thorium Fueled, konsep kendaraan mereka yang menggunakan bahan bakar energi nuklir. Meski ketika itu mobil itu belum dipasangi reaktor nuklir, teknologi itu disebut-sebut bisa diwujudkan.

Benar saja. Charles Stevens, peneliti dari Laser Power Systems, perusahaan riset dan pengembangan asal Massachusetts, Amerika Serikat berhasil membuat prototipe laser bertenaga thorium yang bisa dipakai untuk memproduksi energi yang cukup untuk menggerakkan kendaraan.

Kelebihannya, menurut sebuah laporan di Txchnologist, teknologi ini tidak menghasilkan emisi gas buang.

Berbeda dengan reaktor nuklir bertenaga thorium berskala kecil yang digunakan pada konsep mobil buatan Cadillac, prototipe sistem yang dibuat oleh Steve menggunakan laser “MaxFelaser” berbahan bakar thorium.

Disebutkan, pancaran sinar MaxFelaser itu bisa mengubah air menjadi uap bertekanan, memutar turbin dan menghasilkan listrik. Sistem itu bisa memproduksi listrik hingga 250 kilowatt (setara dengan sekitar 335 tenaga kuda), memiliki berat sekitar 227 kilogram dan bisa dipasang di mobil.

Kedengarannya memang luar biasa. Tetapi apakah konsep ini realistis?